EAT

Rabu, 08 November 2017

PADI REBORN


(📸 by IG sobatpadibandung)

Bismillahirrahmannirrahiim
Memang sudah dituliskan di lauhul mahfudz. Setiap manusia memiliki jalan hidup dan takdirnya masing-masing. Suka atau tidak semua harus dijalani dengan ikhlas dan penuh rasa syukur.

Seperti jalan hidupku dari aku lahir sampai sekarang saat aku menulis kisahku ini. Selayaknya lagu kenangan yang takkan pernah kita bisa lupakan dan ingin selalu terus  di putar ulang. Masa sekolah SD yang polos .mengenal dan dekat dengan seorang anak laki-laki bisa dikatakan kekasih. Masa SMP ku sempat minder dan kurang percaya diri. Pasalnya, ketika aku duduk di kelas satu di sekolah Madrasah Ibtidaiyah, aku pindah ke sekolah negeri untuk meraih SMP negeri favorit ku saat itu. Eehh, alih-alih , NEM ku kurang untuk masuk negeri dan kembali takdir ku bertemu dengan teman SD kelas 1 aku di sekolah Islam satu yayasan yang sama  saat aku SD tersebut. 

Namun aku tak patah semangat. Aku belajar giat sampai masuk dan diterima di SMA negeri. Jenjang strata 1, aku gagal masuk sastra Inggris. Namun dengan semangat tinggi, Aku jalani bangku kuliah jurusan Ekonomi Manajemen. Jurusan yang bukan minat dan bakatku. Di  bangku kuliah inilah lembaran kisah cintaku terurai.

Sejak SMP aku suka pelajaran bahasa Inggris karena gurunya. Aku semangat sekolah dan suka dengan pelajaran tergantung dengan guru yang mengajar. Aku suka bahasa inggris selain karena pa Ajid, juga karena aku sering mendengar lagu barat dari kakakku . Aku nyanyikan, catat liriknya dan hafal dengan sendirinya. Kebiasaanku mencatat lagu barat saat tiap malam senin di radio Sonora mendikte dan membahas satu lagu  tiap minggunya. Diartikan oleh penyairnya setelah selesai diterjemahkan lagu tersebut diputar ulang kembali. Lambat laun Aku belajar bahasa Inggris dari situ. Ada kata atau vocabulary yang tidak kumengerti aku cari di kamus . Aku tulis artinya di atas kata yang sudah aku garisbawahi terlebih dahulu. 

Gara-gara kakak ku, mendengarkan Lagu menjadi salah satu kegemaran buatku. Rasanya tuh kalau ada syair yang cocok dengan pengalaman pribadi jadi merasa iih itu gue banget.. kadang geer sendiri, nangis saat dengerin lagu yang mellow dan banyak lagi perasaan-perasaan yang muncul saat mendengar lagu.

Beberapa hari lalu, tiba-tiba aku flashback ke tahun 1997 an. Mau tau kenapa? Karena aku baru lihat di sosmed ada di timeline ku dengan tulisan “PADI Reborn live on RCTI at 22.15 .“
Grup band PADI beserta lagu-lagunya memang sangat mengisi banyak kenangan-kenangan manis buatku. Moment di awal kuliah. Fadly sang vokalis. Ngga tau kenapa lihat gaya nya dia lagi nyanyi kok cool banget, trus kayanya tuh humble dan ga neko-neko. Ini  penilaianku hanya lihat dia nyanyi di TV. Apa lagi Piyu sang gitaris liat dia main gitar tuh kayanya gmana gitu hehehe. Sama kepincut dari ciptaan syair lagu-lagunya itu loch. Anehnya PADI dengan adanya Fadly  beserta lagu-lagunya membuat energi positif buat ku.

Kalau tidak salah dengar pada tahun 2010 PADI diberitakan Libur dulu tapi tidak bubar. Mereka hanya OFF sementara . Rasa sedihnya itu luar biasa. Meski aku kurang memahami apa penyebabnya . Meski Aku suka grup band PADI  dan lagu-lagunya, Aku ngga yang terlalu fanatik. Fadly bergabung di MUSIKIMIA pada tahun 2012 dengan judul "Haruskan kita seperti ini" menghilangkan rasa rinduku terhadap band PADI.

        Waktu berlalu, namun aku masih menyelipkan beberapa lagu PADI  playlist di Leptob dan di Handphone.
Honestly, Aku sudah ngga sabar untuk nonton konser PADI reborn di sabtu ini tanggal 10 November 2017. Kok sepertinya energi dan semangat aku membara sampai berimbas ke ide-ide aku dalam menulis. Apalagi setelah aku mengikuti Jumpa Penulis pada tanggal  15 Oktober 2017. Aku follow  IG nya Ippo Santosa, kok Fadly bisa deket sama motivator ngetop tersebut. Tambah bahagialah aku dibuatnya (apa lagi jika aku bisa tatap muka dan foto bersama Fadly yaa!! Hehe, itu salah satu mimpiku juga).

Masih penasaran kenapa Fadly bisa deket sama Ippo juga Aku belum cari tahu. Apa Fadly mau jadi motivator seperti Ippo? Waah sepertinya sih iya, dan aku sangat bahagia sekali jika itu benar. Yang Aku tau saat  ku nonton konser Maher Zain di Jakarta tahun 2011, Fadly juga menbawakan lagu Insyaa Allah, membuat ku berpikir Alhamdulillah, seperti nya dia sudah hijrah. Semoga istiqomah. Batin ku saat itu. 

Ada kisah sendiri saat masa-masa kuliah. Seolah kehidupan ku berada di tiap syair lagu-lagu PADI Entah mengapa? Dan saat aku menemukan cinta sejati ku pun seperti ada dorongan dari lagu-lagu PADI.  Fadly sendiripun seperti sebagai sosok yang bisa menjadi panutan dan inspirasi ku sejak aku menyukai lagu-lagu PADI.  Kembali muncul nya PADI,   menjadi  dan terinspirasi dengan kembali  hadirnya Fadly dan PADI menjadi motivasi tersendiri buatku. Sepertinya agak berlebihan. Tapi yang kurasakan demikian adanya. 

Rasa cinta, harapan dan semangat. Seolah kehidupan ku berada di tiap syair lagu-lagu dan aku dapat buktikan sekarang dengan kisahku ini.

1997, Saat Aku kuliah, Aku punya sobat laki-laki dan dekat denganku sebut saja namanya Fadli . Fadli  punya sobat semasa SMA sebut saja Piyu. Piyu naksir padaku tapi aku ngga naksir dia. Aku dan Piyu sempat beberapa kali jalan. Ia sempat nembak aku , namun aku tolak. Aku dan fadli dekat sampai akhirnya singkat cerita aku anggap Fadli paling special dalam hidupku saat itu, begitupun sebaliknya.. Ternyata Piyu mengetahui perasaan kami berdua. 

SOBAT maafkan aku mencintainya aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti. 

Aku tolak piyu, aku semakin dekat dengan Fadli. 

Suatu hari Aku TERBAKAR CEMBURU, cemburu buta tak bisa kupadamkan amarah dihatiku. Sakit menahan sakit hati menyimpan perih tak bisa kuterima apa yang ku alami. Ibaranya jantung hati tersayat pedang tajam betapa sakitnya kurasakan itu. Dan kini aku tau ku sangat  mencintaimu. mungkin selama ini ku salah. Tak pedulikanmu setulusnya hatiku. 
Aku merasa cemburu ketika Fadli bertemu teman ceweknya dan bersenda gurau. Akupun tak tau kenapa perasaanku seperti itu kepada Fadli padahal dia tidak pernah menyatakan bahwa dia suka atau cinta. 

Namun perilakunya yang membuat aku merasa diperhatikan dan dicintai olehnya. Bagiku, toh cinta bukan hanya sekadar kata. Cinta bukan hanya pertautan hati cinta bukan hasrat luapan jiwa. Cinta TAK HANYA DIAM.

Waktu cepat berlalu, Aku lulus kuliah dan Fadli masih mengejar sidang skripsinya. Jadilah aku yang lulus dulu lebih cepat satu tahun darinya. Ada hal yang membuatku kurang sreg tapi aku percaya ia bisa menjadi lelaki yang lebih baik dari sebelumnya.  

Kini Aku temukan telah aku dapatkan jauh sudah tersimpan SESUATU YANG INDAH dari dirimu. Semoga aku bisa dan mungkinpun aku mampu untuk dapat memberikan tulus hatiku

Sejak dekat, ada keraguan dalam hatinya, Ia takut aku tak bisa menjadi Sobat nya lagi dan takut kehilangan aku. Jadilah dia takut berkomitmen denganku. Tiap saat dan tiap waktu aku selalu memotivasi dan meyakinkan Fadli jika ia lelaki yang baik dan bisa bertanggung jawab jika ia berkomitmen dan mengambil langkah untuk melamar aku.   Masih belum ada jawaban dan aku pasrah. Aku hanya bisa berdoa dan semoga Allah berikan yang terbaik.  "Bukakan pintu hatinya dan hatiku jika memang kami berjodoh." Lirihku.

Apalah arti hidupku ini, memapahku dalam ketiadaan. Segalanya luruh lemah tak bertumpu. Hanya bersandar pada dirimu. Ku tak bisa sungguh tak bisa mengganti dirimu dengan dirinya. Coba tuk melawan getir yang terus kukecap. Meresap ke dalam relung sukmaku. Coba tuk’ singkirkan aroma nafas tubuhmu. Mengalir mengisi laju darahku. SEMUA TAK SAMA. Tak pernah sama. Apa yang kusentuh. Apa yang kukecup. Sehangat pelukmu. Selembut belaimu. Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu. Sampai kapan kau terus bertahan. Sampai kapan kau tetap tenggelam. Sampai kapan kau meski terlepas. Buka mata dan hatimu relakan semua.. 

2002, aku bekerja di sebuah sekolah taman kanak-kanak Montessori. Tahun itu ada duka di kehidupanku. Ada kista di Rahim kanan ku dan harus di angkat kista tersebut.  
Sudah, terlambat sudah, kini semua harus berakhir. Mungkin inilah jalan yang terbaik. Dan kita mesti relakan kenyataan ini.

Aku takut Fadli berubah sikapnya setelah tahu aku punya kista. Ternyata aku salah, Fadli tetap menjadi  sobat dekatku yang selalu menghiburku dengan kejenakaannya.

Bukankah ku pernah melihat bintang. Selalu menghiasi sang malam. Yang berkilau bagai permata. Menghibur yang lelah jiwanya. Yang sedih hatinya.

Alhamdulillah, penyakitnya sudah di angkat . Saat itu, Aku merasa minder. Aku takut jika aku menikah, Aku tidak memiliki anak. Aku tak seceria sebelumnya.  Tapi dengan sikap Fadli dan perhatian darinya, aku kembali percaya diri.

“Tetaplah menjadi bintang di langit agar cinta kita akan abadi. Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini. Agar menjadi saksi cinta kita berdua.”

Karena takdir Allah, jodoh dipertemukan. 2005 aku menikah dengan sobatku. Yang aku kenal baik, lucu dan perhatian. Ia sayang sekali dengan ibunya. Ialah Fadli. 

Segala kebaikan tak kan terhapus oleh kepahitan. Kulapangkan resah jiwa. Karna kupercaya kan berujung indah. Kau membuatku mengerti hidup ini. Kita terlahir bagai selembar kertas putih. Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai dan terwujud HARMONI.   

Puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, Aku dan Fadli sudah 12 tahun bersama dan semoga menua sampai ke Surga-Nya bersama. Allah memang belum memberikan anak. Allah akan persiapkan segera indah pada waktunya. Kebersamaan kami dengan belum hadirnya buah hati tak mengurangi rasa sayang dan cinta kami. Cinta kami karena Allah. 

Dan TERNYATA CINTA yang menguatkan aku. Dan ternyata cinta tulus mendekap jiwaku.

Now, meski aku tahu tak bisa hadir di konser PADI reborn ☺, InsyaaAllah aku nonton di layar kaca saja. Berharap aku bisa bertemu dengan Fadly langsung saat moment seminar motivasi bersama Ippo Santosa barangkali. InsyaaAllah.. Aamiin. Who knows.. well, last but not least, sukses buat PADI. I cant hardly wait to watch the concert. ❤❤

(📸 from IG Ippo Santosa)
Nyesel ngga ikut acara seminarnya 😢





Tidak ada komentar:

Posting Komentar